Selasa, 12 Februari 2013

PENDUDUK MALI: PASUKAN PERANCIS MENAMBAH SULIT HIDUP PENDUDUK MALI




(PERANG DUNIA XXX) --- Gao// Penduduk Mali Utara mengatakan peran pasukan Perancis di Mali justeru lebih mempersulit hidup penduduk lokal, PressTV melaporkan langsung dari Mali, Rabu (13/2).
Laporan pelanggaran oleh pasukan  kedua kelomnpok  selama perang berlangsung di Mali dan ditambah dengan banyaknya  kelaparan di bagian utara Mali, penduduk setempat mempertanyakan peran pasukan Perancis di tanah mereka.

“Kami mempertanyakan peran pasukan Perancis yang membuat hidup kami  lebih sulit daripada sebelumnya,” kata penduduk Mali kepada Press TV saat ditemui dilokasi konflik.
Penduduk  Mali di utara prihatin bahwa mereka telah diabaikan baik oleh Perancis maupun  otoritas lokal yang meninggalkan mereka di tengah-tengah kematian.  Makanan  mereka habis dari toko mereka.

Orang tua di desa-desa terpencil nyaris tidak selamat dengan tanda-tanda perut kosong.

“Mereka telah pergi tanpa makanan atau minuman selama beberapa hari hingga sekarang dan belum ada indikasi bahwa keajaiban akan terjadi untuk menyelamatkan mereka dari kesulitan ini,” kata seorang sumber Press TV.

Penduduk Mali mengatakan apa yang terlihat di lapangan  adalah kampanye militer Perancis di Mali yang bukan merupakan langkah-langkah keamanan bagi penduduk sipil setempat.

“Tampaknya tidak tersedia bantuan kemanusiaan yang cukup sehingga mempengaruhi banyak rumah tangga di Utara,” tambah sumber tersebut.

Menurut penduduk Mali,  intervensi militer yang dipimpin Perancis menyebabkan kerusakan lebih besar terhadap penduduk sipil yang sudah tertekan.

Perancis meluncurkan intervensi kejutan di bekas negeri jajahannya pada 11 Januari sebagai serangan terhadap  kelompok Islam yang menguasai bagian utara Mali pasca kudeta militer yang kemudian  menuju ibukota, Bamako.

Hampir 4.000 tentara Perancis telah dikerahkan. Lebih dari 6.000 tentara telah dijanjikan sebagai kekuatan sementara di Afrika Barat. Ada juga sekitar 2.000 tentara Chad berjuang bersama pasukan Perancis yang masuk ke Mali pada 10 Januari untuk menghentikan barisan kelompok pejuang Islam yang melawan Bamako. (ABU DZAKIR).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar