Selasa, 12 Maret 2013

PATROLI MALAYSIA TEMUKAN JASAD PANGLIMA SULU MEMBUSUK

Tentara Malaysia berpatroli di Kampung Tanduo, wilayah baku tembak antara Tentara Malaysia-kelompok bersenjata Filipina, di Lahad Datu,
(Source: Reuters)

(PERANG DUNIA XXX) --- Pertempuran pasukan Malaysia dengan militan Sulu masih terus berlangsung di wilayah timur Sabah. Lebih dari 50 orang dari pihak Sulu tewas dibombardir militer Malaysia dari darat dan udara.
Dalam penyisiran ke Kampung Tanjung Batu yang menjadi medan pertempuran Kamis pekan lalu, tentara Malaysia menemukan 31 mayat pasukan Sulu. Seorang di antaranya diketahui adalah jenderal tempur Sulu, orang terkuat kedua dalam pendudukan ke Sabah, yaitu Haji Musa.

Diberitakan Malaysia Chronicle, Selasa 12 Maret 2013, 16 mayat yang sudah mulai membusuk dan dalam kondisi yang mengenaskan dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Lahad Datu untuk divisum. 
Title #4
(Source: Reuters)

Walaupun hampir tidak berbentuk, asisten direktur forensik kepolisian federal Malaysia, Hussein Omar Khan, meyakini bahwa salah satu mayat itu adalah Haji Musa.

Musa adalah komandan tempur Sulu yang posisinya berada di bawah Raja Muda Agbimuddin Kiram, adik Sultan Sulu Jamalul Kiram, yang memimpin pendudukan desa Tanduo di Lahad Datu. Tugas Musa memimpin di medan tempur, sementara Agbimuddin bertindak sebagai ahli strategi.

Menurut komisaris polisi Sabah Hamza Taib, Haji Musa adalah mantan komandan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). "Kami yakin dia telah tewas, kami menemukan seragamnya, tapi ketika tertembak dia tidak mengenakan seragam," kata Taib.

Sementara itu Agbimuddin hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Dia disinyalir berhasil menyusup kabur ke tempat lain untuk menyusun strategi.

Pekan ini adalah minggu kedua agresi bersenjata antara pasukan Malaysia dan Sulu terjadi. Sebanyak 54 orang dari kubu Sulu yang kalah persenjataan ditemukan tewas. Belum terjadi lagi baku tembak sejak Senin kemarin.

Polisi Malaysia juga telah menahan sekitar 100 orang yang dicurigai sebagai pendukung Kesultanan Sulu. Penangkapan ini dikritik keras oleh lembaga Human Right Watch yang mengatakan bahwa pemerintah Malaysia terlalu berlebihan dalam upaya mengusir orang Sulu dari Sabah. (umi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar