Minggu, 10 Februari 2013

SERANGAN MENDADAK PEJUANG ISLAM DI GAO


Sumber: MINA


(PERANG DUNIA XXX) --- Gao// Pasukan Islam yang dipersenjatai dengan senapan otomatis AK-47 dari perahu kayu, Minggu (10/2), melancarkan serangan mendadak di Gao, kota terpadat di Mali utara, situs mail.commelaporkan sebagaimana dikutip MINA, Senin (11/2).

Tembakan menggema selama berjam-jam di seluruh kota berdinding lumpur bangunan. Pertempuran terfokus di pusat kota Gao. Helikopter militer Perancis tiba setelah beberapa jam pertempuran.

Serangan pejuang Islam di Gao menunjukkan  banyak dari mereka,  baik yang bersenjata atau dengan pengalaman tempurnya yang berani, akan membuat kampanye perang Perancis akan berlarut-larut.

Para pejuang Islam berperang melawan tentara Mali sepanjang siang dan terlihat berkeliaran di jalan-jalan sempit yang diselimuti pasir dan di atap-atap rumah di pusat Gao, yang sebelum konflik memiliki populasi 90.000 jiwa.
 

Pertempuran  berpusat  di dekat markas polisi, di mana tentara Mali diserang granat roket yang diyakini berasal dari Gerakan Tauhid dan Jihad Afrika Barat (MUJAO). Tentara ditempatkan di setiap sudut daerah itu.

Dalam serangan mendadak itu tidak ada tanda-tanda korban sipil.

Sejak pasukan Perancis mengambil Gao pada 26 Januari, kelompok Islam telah bentrok dengan pasukan keamanan di pinggiran kota. Ini adalah pertama kalinya mereka berhasil memasuki kota strategis tersebut.

Para pejuang Islam menggunakan perahu-perahu bermotor untuk menyeberangi Sungai Niger dan menembus Gao, menurut Jenderal Perancis Bernard Barrera, mengutip keterangan pejabat Mali.
Sebelumnya, Sabtu malam, seorang pejuang meledakkan dirinya di sebuah pos pemeriksaan di pintu masuk kota, menewaskan dirinya dan melukai seorang tentara Mali. Demikian pula Jumat sebelumnya, seorang pejuang melakukan serangan dengan meledakkan dirinya di pos keamanan kota.

Selain Gao, pasukan Perancis dan Mali juga telah merebut kembali kota dongeng Timbuktu dan kota-kota utara lainnya, mendorong kelompok Islam kembali ke padang gurun. Namun pejuang Islam melakukan langkah mundur strategis dan menggali  persembunyian di gurun. Diperkirakan mereka  akan terus menantang kontrol pasukan Perancis, Mali dan sekutunya.

Beberapa negara Afrika telah memberikan kontribusi pasukan untuk memerangi kelompok Islam Mali yang memberlakukan hukum Syariah Islam ketika mereka menguasai kota-kota utara.

Banyak pejuang Islam dari Libya mulai melanggar batas Selatan, mengancam ibukota Bamako yang terletak jauh di selatan Mali, 1.200 kilometer (750 mil) dari Gao. (ABU DZAKIR).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar