Jumat, 08 Februari 2013

MUSLIM INDONESIA: TAK ADA DISKRIMINASI MUSLIM DI AUSTRALIA


(PERANG DUNIA XXX) – Ketua Pusat Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah, Rita Pranawati mengatakan tidak ada diskriminasi terhadap Muslim di Australia, Jakarta Selatan (8/2).
“Saya rasa tidak ada diskriminasi terhadap Muslim di Australia. Ketika saya datang ke sana, ternyata mereka (pemerintah Australia) sangat akrab,” kata Rita kepada Miraj News Agency (MINA) dalam acara Dialog Pemuda Australia-Indonesia yang pertama diadakan di Jakarta. 

Rita yang ikut dalam  Program Pertukaran Muslim Australia-Indonesia mencontohkan bahwa di Australia ada sekolah-sekolah Muslim, Religi Centre, Halal Food, Halal Burger dan beberapa fasilitas khusus untuk Muslim.

“Karena Australia adalah negara multikultur, banyak Muslim dari berbagai ras, di sana ada fasilitas toilet yang khusus untuk Muslim yang ada tempat berwudhunya. Kami biasa salat di taman. Fasilitas untuk salat Jumat pun disediakan. Mereka mengenal Halal Food (makanan halal),” kata wanita asal Yogyakarta itu.

Menurut Rita yang aktif dalam organisasi Muhammadiyah ini, produk makanan halal dan salat Jumat sangat penting untuk dikenalkan karena memiliki dampak yang luar biasa.

“Namun terkadang pelaksanaan Islam di Australia bertabrakan dengan aturan hukum yang begitu ketat di sana. Contoh aturan parkir yang kadang dilanggar oleh Muslim saat mengadakan salat Jumat,” kata Rita.

Aturan parkir di Australia sangat ketat. Muslim terkadang melanggar batas-batas parkir sehingga pihak berwenang memindahkan salat Jumat ke universitas, di gedung olahraga.

“Pelanggaran terhadap fasilitas umum disebabkan faktor individu Muslim-nya, bukan karena Islam-nya,” tegas Rita meluruskan.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Alkhaf, pemuda Muslim Indonesia yang magang sebagai guru di Australia.

“Karena Australia negara sibuk, saat hari raya, setelah salat ‘id Muslim kembali bekerja. Tapi ada waktu-waktu luang tertentu yang diberikan, seperti waktu untuk salat lima waktu,” kata Akhlaf  yang berasal dari Sulawesi Tengah. (ABU DZAKIRA).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar