Minggu, 27 Januari 2013

PENTINGNYA SURIAH BAGI AMERIKA



(PERANG DUNIA XXX) – Relawan Suriah yang tergabung dalam Forum Indonesia Peduali Suriah (FIPS) Abu Harits mengatakan di Jakarta (26/1) bahwa Amerika sangat berkepentingan terhadap Suriah.


“Semua negara memiliki kepentingan politik dengan Suriah, terutama Amerika,” kata Abu Harits yang selama sebulan melakukan aksi kemanusiaan di Suriah tahun lalu.

Menurut Abu, meskipun Amerika tidak terlibat langsung dalam konflik, hakekatnya mereka bagian dari konspirasi konflik yang terjadi di Suriah.
“Ini bukan skenario Amerika, tapi Amerika juga berupaya  secara tidak langsung ikut mempertahankan posisi Bashar al-Assad. Kenapa? Karena selama ini Assadlah yang menjadi penjaga setia bagi Israel,” ungkap Abu.

Di sisi lain, Amerika menunjukkan sikap seakan-akan mereka berpihak kepada oposisi, padahal itu suatu kebohongan yang besar, Abu menekankan. Pernyataan Abu sesuai informasi yang didapatnya dari beberapa pejuang oposisi yang ada di Suriah.

“Bohong besar jika Amerika membantu kami. Jika Amerika mau membantu kami, kami mungkin hanya butuh tiga hingga empat bulan untuk menang sebagaimana yang terjadi di Libya,” kata Abu mengutip ucapan seorang pejuang oposisi Suriah.

Pasukan pejuang oposisi murni berasal dari rakyat Suriah sendiri dan ada tentara dari pemerintah yang mendukung rakyat Suriah. Oposisi kebanyakan rakyat biasa yang berlatar belakang adalah petani, karyawan dan sebagainya. Tapi ketika terjadi perang, mereka jadi memaksakan diri untuk melawan membela diri mereka.

Abu membantah keras tentang berita adanya suplai senjata dari negara tertentu untuk pejuang oposisi Suriah.

“Kebohongan besar jika ada berita suplai senjata bagi pejuang oposisi berasal dari negara lain. Senjata mereka berasal dari ghanimah (rampasan perang) 90 persen. Sisanya dari membeli dengan harga yang sangat mahal,” kata Abu.

Pada kesempatan yang lain  dalam acara penggalangan dana untuk korban konflik Suriah di Tanah Abang Jakarta Pusat, Abu mengungkapkan bahwa Assad adalah satu-satunya agen komunis yang ada di Semenanjung Arabiyah. Karna alasan itulah Rusia dan Cina juga mendukung rezim Assad. Sementara Iran lebih kepada faktor ideologi. (ABU DZAKIR)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar