Rabu, 17 April 2013

PENGAMAT: GUANTANAMO KREDIBILITAS AS SEBAGAI PENGGANGGU GLOBAL




(PERANG DUNIA XXX) --- Teheran// Politikus dan pengamat politik  Amerika asal San Francisco Mark Mason mengatakan, Rabu (17/4), bahwa Amerika Serikat (AS) yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia di penjara Teluk Guantanamo, membangun kredibilitas untuk dirinya sendiri sebagai pengganggu global.

"Jadi kita punya pelanggaran hak asasi manusia di sini (Guantanamo). Pemerintah  AS adalah pengganggu global, seperti di sekolah mereka harus menciptakan sesuatu yang disebut kredibilitas," kata Mason kepada Presss TV dalam sebuah wawancara yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Mason mengungkapkan berbagai pelanggaran hak asasi manusia di penjara Guantanamo, seperti menahan tahanan tanpa tuduhan formal dan memaksa makan narapidana yang mogok makan. 

Tahanan yang mogok makan diikat, sementara tabung dimasukkan secara paksa ke hidung dan kerongkongan mereka untuk memasukkan makanan, MINA melaporkan berdasarkan tulisan seorang tahanan.

Senin (15/4), narapidana Guantanamo yang ikut mogok makan Samir Naji al-Hasan Moqbel menggambarkan prosedur pemaksaan makan oleh staf penjara menyakitkan dan merendahkan. Dia menyatakan bahwa "Gitmo membunuhnya".

"Ada rasa sakit di dada, tenggorokan dan perut," tulis Moqbel.
Menurut Moqbel, ia ditahan di penjara militer AS yang terkenal  itu selama 11 tahun tiga bulan, tanpa dikenakan  tuduhan kejahatan apapun. 


Hal tersebut menggambarkan kondisi tahanan benar-benar serius, menurut Mason.

"Amerika Serikat sekarang tidak mengakui bahwa sebelas tahanan yang kritis dipaksa menyusui, tabung dipaksa dipasang ke bawah hidung mereka untuk membuat mereka tetap hidup," katanya.

Mason mencatat ada 166 tahanan di penjara Guantanamo, hanya enam dari mereka yang telah didakwa dengan kejahatan.

Mason melanjutkan dengan mengatakan bahwa AS melakukan "kekejaman nyata" terhadap para tahanan Guantanamo untuk membuat contoh dari mereka.

Pemogok makan Guantanamo berhenti makan untuk memprotes penahanan tak terbatas tanpa tuduhan. Mereka juga menuntut diakhirinya pencarian barang-barang pribadi di sel yang mengganggu mereka, seperti perampasan Al-Qur’an milik tahanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar